Petualangan Elliot: Kisah Milenium Menyokong Protagonis Diam

pangeran.id – Dalam waktu yang relatif singkat, tim Asano di Square Enix telah berhasil menciptakan nama di dunia game, khususnya melalui seri Bravely dan Octopath. Mereka dikenal karena pendekatan segar terhadap permainan RPG retro dengan melakukan eksperimen pada ide-ide dan gaya visual yang baru. Kini, langkah mereka berlanjut dengan peluncuran “The Adventures of Elliot: The Millennium Tales”, sebuah RPG aksi-petualangan yang mengadopsi nuansa permainan klasik seperti Legend of Zelda, tetapi dengan gaya visual HD-2D yang menjadi ciri khas studio ini. Meskipun secara mekanik permainan ini terasa menyenangkan, cerita yang kurang menarik dan karakter yang cenderung verbose menjadi faktor yang meredam momentum permainan.

Setting Cerita dan Karakter

The Adventures of Elliot berlatar belakang kerajaan fiksi Philabieldia, yang dipimpin oleh seorang raja baik hati dan dilindungi secara magis oleh putrinya. Wilayah sekitar istana dihuni oleh makhluk berbentuk binatang yang mematikan, sementara kehadiran sang putri menciptakan mantra perlindungan yang membuat bahaya tersebut menjauh. Karakter utama, Elliot, adalah seorang Petualang—sebuah sebutan pekerjaan yang menggabungkan unsur tentara bayaran dan pelaksana tugas-tugas kecil. Satu-satunya orang yang berani menjelajah di luar tembok istana adalah para Petualang yang mengetahui risiko yang mengintai.

Perjalanan Elliot dimulai ketika seorang duque yang misterius menemukan cara untuk kembali ke masa lalu demi mendapatkan artefak berkuasa. Dari sinilah, Elliot terjebak dalam petualangan melompati waktu, menghadapi berbagai tantangan di setiap era yang dilaluinya. Dalam perjalanan tersebut, Elliot juga bergabung dengan Faie, peri kecil yang hanya dapat dilihat dan didengar olehnya. Faie menemani Elliot sepanjang permainan, memberikan komentar serta bantuan magis yang membuat eksplorasi semakin menarik.

Mekanisme Permainan dan Desain Dungeon

Dari segi mekanisme, The Adventures of Elliot menawarkan perkembangan yang menyegarkan bagi genre ini. Gaya visual HD-2D sangat cocok untuk petualangan top-down, menciptakan pengalaman bermain yang menarik. Sistem pertarungan pun cukup tajam dan responsif. Elliot memiliki beragam senjata, seperti pedang, palu berat, boomerang, dan peralatan lainnya yang menambah variasi dalam setiap pertempuran. Masing-masing senjata memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri, memberikan pengalaman bertarung yang dinamis dan strategis.

Desain dungeon dalam permainan ini juga terasa solid, meskipun sedikit monoton. Meskipun terinspirasi oleh permainan Zelda klasik, dungeons yang tersedia menawarkan banyak tantangan, seperti pemecahan teka-teki yang melibatkan refleksi cahaya dengan cermin dan pengaturan level air. Kelebihan Faie yang dapat membantu Elliot dengan berbagai kemampuan magis juga memberi ruang untuk eksplorasi yang kreatif.

Kompleksitas Sistem Peningkatan

Selain itu, Elliot juga dapat meningkatkan kemampuannya melalui sistem Magicite yang fleksibel. Setiap bagian peralatan memiliki kotak Magicite dengan sejumlah slot yang dapat diisi dengan berbagai kekuatan tambahan. Ini memungkinkan player untuk memodifikasi serangan, memberikan bonus pasif, dan memanipulasi sifat senjata. Pengelolaan Magicite menjadi aspek penting dalam membangun karakter yang efektif, tetapi juga ada opsi untuk menggunakan rekomendasi dari Faie jika pemain tidak ingin terjebak dalam perincian tersebut.

Pengalaman Bermain yang Lebih Modern

Permainan ini dilengkapi berbagai fitur modernisasi yang mengurangi kekurangan dan meningkatkan pengalaman bermain. Tanda visual untuk misi sampingan dan peringatan tentang potensi hilangnya kemajuan dalam misi utama memberikan kenyamanan dalam bermain. Meski pemetaan bisa sedikit rumit karena jalur yang berbelok-belok, penataan peta yang tetap serupa dari era ke era membantu menjaga orientasi pemain.

Kesulitan dalam Narasi

Ada hal yang mengkhawatirkan terkait penggunaan karakter protagonis yang diam. Elliot terasa kekurangan kedalaman karakter, memiliki kepribadian yang terlalu baik dan terkadang terasa berlebihan. Meskipun menciptakan kesan positif, kurangnya kompleksitas dalam motivasi Elliot membuat ceritanya terkesan satu dimensi. Karakter lain, termasuk Faie, juga cenderung verbose dalam menjelaskan latar belakang dan tujuan mereka.

Perjalanan waktu dalam permainan ini seharusnya memberi dampak yang signifikan terhadap narasi, namun tidak berhasil sepenuhnya. Dengan inspirasi visual dan tematik dari permainan klasik lainnya, pengalaman menjelajahi periode berbeda terasa kurang terdefinisi dengan baik. Pembagian waktu yang tidak jelas dan transisi yang lambat antara cerita membuat alur permainan terhambat dan kehilangan intensitas emosional.

Kesimpulan

The Adventures of Elliot: The Millennium Tales merupakan upaya pertama yang cukup kuat dari sebuah studio yang berbeda dengan genre RPG ini. Meskipun menawarkan mekanik pertarungan yang menyenangkan dan variasi dalam kubikasi dan halangan, cerita dan karakter dalam permainan ini gagal mencapai potensi maksimal. Permainan ini menciptakan fondasi yang solid, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan, termasuk pengembangan karakter yang lebih dalam dan narasi yang lebih compelling. Diharapkan Square Enix dapat membangun lebih lanjut dari pengalaman yang baik ini untuk produk-produk mendatang.